KENDARI, KABARKENDARII.COM – Seorang dokter berinisial FF yang masih berstatus pengabdian di Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Koo (RSJPDO) dilaporkan terkait dugaan kurangnya empati usai terlibat kecelakaan lalu lintas di depan rumah sakit tersebut, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.
Dandi, adik dari korban Asri, mengatakan kecelakaan terjadi antara sepeda motor yang dikendarai kakaknya dan mobil yang dikemudikan dokter FF. Ia menegaskan, persoalan siapa yang bersalah sepenuhnya menjadi ranah kepolisian. Namun yang disesalkan pihak keluarga adalah sikap terlapor setelah kejadian.
“Bukan soal siapa salah atau benar, itu urusan polisi. Yang kami sesalkan, sampai sekarang seperti tidak ada tanggung jawab dan empati,” ujar Dandi, Minggu (22/2/2026).
Akibat kecelakaan tersebut, Asri mengalami luka di lengan kanan dan harus menjalani 27 jahitan. Kondisinya membuat ia belum bisa beraktivitas seperti biasa. Menurut keluarga, proses mediasi yang dilakukan sejauh ini belum membuahkan hasil.
Pihak keluarga juga menilai tidak ada upaya komunikasi atau kunjungan untuk menanyakan kondisi korban. Mereka berharap ada itikad baik serta penyelesaian yang lebih bijak dari pihak terkait.
Menanggapi peristiwa tersebut, Polresta Kendari membenarkan adanya laporan kecelakaan. Kasat Lantas Iptu Kevin menyampaikan bahwa kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan Unit Gakkum.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada dokter FF belum mendapatkan tanggapan. Media ini juga telah mencoba menghubungi pihak manajemen RSJPDO Oputa Yi Koo dan perwakilan IDI Sultra, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada pernyataan resmi.
Laporan: Samsul

Comment