SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uncategorized
Home » Berita » # KITA ISTIMEWA  UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA

# KITA ISTIMEWA  UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA

Oleh : Yafsin Yaddi

#Kita Istimewa merupakan podcast dari Direktorat PKPLK (Pindidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di bawah Kemendikdasmen. PKPLK ini yang merancang program pendidikan berkualitas bagi anak berkebutuhan khusus (disabilitas) yang memiliki hambatan khusus. Tugas utama PKPLK menyelenggarakan pendidikan inklusif, kurikulum khusus, serta pengembangan keterampilan mandiri dan memastikan setiap anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak pendidikan yang layak dan dapat berkontribusi dalam masyarakat dengan cara ;  memberikan akses pendidikan yang setara, inklusif, dan adil bagi siswa berkebutuhan khusus dengan hambatan fisik, mental, intelektual, emosional, sosial, maupun geografis. PKPLK juga mengelola pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi, serta menyediakan layanan pendidikan khusus. Selain akademik, PKPLK  ini juga menekankan pada pengembangan karakter dan keterampilan hidup agar siswa berkebutuhan khusus siap mandiri.

Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah lembaga pendidikan khusus di bawah naungan Kemendikdasmen (PK-PLK) yang dirancang untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunaganda, dan autisme. SLB menyediakan kurikulum yang disesuaikan, bimbingan khusus, serta fokus pada keterampilan vokasional dan kemandirian agar siswa dapat mandiri di masyarakat juga menyediakan layanan asrama untuk siswa yang tinggal jauh atau kurang mampu. Metode pembelajaran disesuaikan, seperti penggunaan huruf braille untuk tunanetra atau komunikasi visual untuk tunarungu, tujuannya memberikan akses pendidikan yang layak, mengembangkan potensi, dan meningkatkan keterampilan hidup mandiri dan mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus  secara maksimal

“Kita Istimewa” di Sekolah Luar Baisa adalah gerakan untuk merangkul potensi unik setiap siswa berkebutuhan khusus  tanpa memandang keterbatasan, dengan membangun rasa aman dan percaya diri. Kita Istimewa muncul saat kita berani menjadi diri sendiri yang didukung lingkungan yang inklusif dalam menghadirkan perhatian penuh di Sekolah Luar Biasa secara sadar baik dalam pembelajaran dengan melibatkan pengalaman belajar, emosi, dan kebutuhan yang muncul  pada saat  guru dan siswa berkebutuhan khusus dalam memahami apa, mengapa dan bagaimana. Kemudian siswa berkebutuhan khusus yang merupakan siswa dari Sekolah Luar Biasa juga disebut dengan anak Istimewa, penyebutan “anak istimewa” umumnya merujuk pada anak berkebutuhan khusus (ABK) yaitu anak dengan individu dankarakteristik berbeda (fisik, mental, intelektual, sosial, emosional) dari rata-rata seusianya, sehingga butuh layanan pendidikan khusus. Istilah “anak istimewa” digunakan untuk menghindari stigma negatif dan menonjolkan keunikan serta kebutuhan layanan pendidikan yang disesuaikan (inklusif) agar mereka dapat berkembang optimal. “Kita Istimewa” untuk Sekolah Luar Baisa karena  Sekolah Luar Biasa mendidik dan membelajarkan Anak Istimewa.

Kedudukan Guru SLB di Sekolah Inklusi

Beberapa aspek dalam memilah tindakan di Sekolah Luar Biasa yang baik dan untukmenghindari penyimpangan pada diri guru dan siswa SLB yaitu;1) Mengelola stres dan kecemasan untuk tetap fokus pada masa kini. 2)Menyadari setiap tindakan, termasuk menjaga kesehatan fisik dan mental.  3)Menciptakan proses yang lebih bermakna dan menggembirakan karena siswa berkebutuhan khusus adalah  individu unik dan aktif, karena masih banyak siswa berkebutuhan khusus belum menyadari akan tujuannya. Dengan demikian Anak berkebutuhan khusus (ABK) dapat belajar bersama anak regular yang didukung sarana-prasarana, aksesibel terpenuhinya, penyesuaian kurikulum berdasarkan karakteristik dan kebutuhan peserta didik (bisa di atas atau di bawah standar nasional). Kemudian adanya peningkatan kapasitas guru khusus dan pendamping dalam menerapkan model pembelajaran (komunikasi, analisis tugas, interaksi langsung) serta adanya  akomodasi yang Layak: pada penyediaan sarana fisik dan non-fisik, serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat/daerah dengan demikian terjadi fokus kemandirian dan kesiapan kerja melalui pendidikan kecakapan hidup (life skills). Agar lebih optimal maka perlu adanya Unit Layanan Disabilitas (ULD)  di setiap daerah untuk asesmen fungsional dan dukungan akses pendidikan. Kemudian juga dukungan revitalisasi SLB  dalam meningkatan kualitas sarana belajar ramah disabilitas dan adanya pengembangan potensi unik setiap anak berkebutuhan khusus agar mandiri dan produktif. Selanjutnya memastikan pendidikan berkualitas bagi siswa berkebutuhan khusus (disabilitas) dengan tujuan menyetarakan posisi mereka dan memastikan hak mereka terpenuhi, sehingga siswa berkebutuhan khusus (disabilitas)mempunyai nilai, dengan demikian siswa berkebutuhan khusus mereka dihargai bukan karena dikasihani tapi mereka dihargai karena mereka punya Nilai Istimewa. (***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement