KENDARI, KABARKENDARII.COM – Puluhan jemaah umrah dan haji mendatangi dan menggeruduk kantor Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu (21/2/2026).
Puluhan jemaah haji itu meminta owner Tajak Ramadhan Group (TRG) keluar dari kantor Polresta Kendari untuk melakukan klarifikasi setelah diduga menggelapkan dana keberangkatan jamaah hingga mencapai puluhan miliar rupiah.
Aksi tersebut terjadi setelah para calon jamaah mengetahui keberangkatan yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi meski pembayaran telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.
Dari pantauan media ini sejak pagi, puluhan jemaah dari Kolaka, Bombana, Morowali Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama para kuasa hukumnya mengamuk lantaran polisi dan kuasa hukum Kepala TRG tak kunjung mempertemukan dengan Kepala TRG Cabang Kendari Amra Nur yang saat itu sedang mengamankan diri didalam kantor Polresta Kendari.
Bahkan mereka juga membawa bukti pembayaran serta dokumen pendaftaran haji. Mereka menuntut pihak travel segera memberikan kepastian pengembalian dana usai diduga di tipu.
Kuasa hukum puluhan jemaah Supriyadi menyebut kliennya mengalami kerugian besar akibat gagal berangkat ke Tanah Suci. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp11 miliar.
“Kami ingin meminta kepastian, apakah uang bisa dikembalikan atau tidak. Kalau tidak bisa maka kami akan mengambil langkah hukum,” ujar Kuasa Hukum jemaah Supriadi di Polresta Kendari.
Supriyadi juga mengaku, bahwa dirinya bersama kliennya sudah menunggu sejak pagi hingga sore hari. Tetapi anehnya Kepala TRG Cabang Kendari Amra Nur tak juga menemui para korban.
Bahkan beberapa kali Supriyadi meminta kepada kuasa hukum Kepala TRG Cabang Kendari Amra Nur agar segera menemui puluhan jemaah.
Beberapa saat kemudian, Manajer kemudian menemui puluhan jemaah untuk melakukan klarifikasi. dan mengaku bahwa saat ini uang para jemaah sebesar miliaran rupiah sudah tidak ada atau habis. Bahkan dia juga meminta para jemaah untuk melaporkannya ke Polisi.
Untuk itu, dengan adanya pernyataan manajer membuat para korban jemaah umrah dan haji kecewa dan keberatan. Pasalnya uang yang diduga digelapkan oleh TRG merupakan hasil dari kerja keras yang di kumpulkan selama ini. Dan dengan enaknya pihak TRG seakan tidak bertanggung jawab.
Penulis : Sul

Comment