Hukrim Peristiwa
Home » Reval, Siswa SLB Kusuma Bangsa yang Pergi dan Tak Pernah Kembali

Reval, Siswa SLB Kusuma Bangsa yang Pergi dan Tak Pernah Kembali

KENDARI, KABARKENDARII.COM— Reval Ramadhan, siswa SLB Kusuma Bangsa Kendari yang memiliki hambatan intelektual, dikenal sebagai sosok anak yang pendiam dan sabar. Lahir pada 3 Juli 2013, Reval menjalani hari-harinya dengan penuh kesederhanaan. Di sekolah, ia terbiasa mengikuti arahan guru, menerima apa yang diberikan kepadanya, serta terus belajar untuk berkomunikasi dengan lebih baik.

Namun, sejak Rabu pagi, Reval tak lagi kembali ke rumah. Kepergiannya yang semula dianggap seperti kebiasaan sehari-hari berubah menjadi penantian panjang yang akhirnya berujung duka.

Bagi sang ibu, Rosliana, Reval memang dikenal sering keluar rumah untuk bermain seorang diri. Tidak jarang, menurut Rosliana, putranya baru kembali ketika hari sudah menjelang subuh hingga pagi. Kebiasaan itu membuat keluarga tidak langsung menyangka bahwa kepergian Reval pada Rabu pagi akan menjadi yang terakhir.

Sebelum pergi, Rosliana sempat bertanya kepada anaknya.

“Reval mau ke mana, Nak?” tanya Rosliana.

Berbagi Kebahagiaan di Hari Jumat, Artha Graha Peduli Salurkan Bantuan Pangan di Konawe Selatan

Namun, Reval tidak menjawab. Ia tetap pergi meninggalkan rumah. Tidak ada yang menyangka, langkah sederhana itu menjadi perjalanan terakhir Reval dari rumah.

Hari berganti. Reval tak kunjung pulang. Keluarga terus menunggu dan berharap ia kembali seperti biasanya. Hingga kemudian, kabar mengenai penemuan seorang anak laki-laki di kawasan bakau Teluk Kendari sampai kepada keluarga melalui ketua RT setempat.

Sekitar pukul 06.30 WITA, Jumat (21/8/2026), seorang karyawan OT Cafe menemukan sesosok tubuh di bawah pohon bakau, di pesisir belakang OT Cafe, Jalan Madusila, Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kendari. Saat itu, karyawan tersebut hendak menuju kamar mandi dan melihat tubuh manusia di kawasan bakau.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Personel Polsek Poasia mendatangi lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara. Tim Inafis Polresta Kendari selanjutnya melakukan olah TKP, sementara Tim DVI RS Bhayangkara Kendari mengevakuasi jenazah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ditemukan, kondisi jasad membuat wajah korban sulit dikenali. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas serta penyebab kematian. Dari pakaian yang dikenakan, korban diketahui menggunakan celana training dan kaus berwarna hijau.

Panas! Nur Alam Kritik Keras Gubernur ASR Soal Aset Sultra: Jangan Sebar Informasi Tidak Valid

Bagi Rosliana, pakaian tersebut kemudian menjadi penanda yang sangat berarti. Ia mengenali celana training milik Reval dan kaus hijau yang disebut sebagai salah satu baju kesayangan putranya. Di tengah kondisi yang begitu berat, pakaian itulah yang membantu keluarga mengenali Reval.

Di sekolah, Reval memiliki cerita yang jauh dari hiruk-pikuk. Upi Darmayanti, salah seorang gurunya di SLB Kusuma Bangsa, mengenang Reval sebagai anak dengan hambatan intelektual yang cukup pendiam, sabar, dan tidak banyak menuntut.

“Reval itu anaknya cukup pendiam dan sabar. Apa yang diberikan kepadanya biasanya dia terima. Dia juga selalu berusaha mengikuti apa yang dikatakan guru,” ujar Upi.

Menurut Upi, keterbatasan yang dimiliki Reval tidak menghentikannya untuk terus belajar. Ia berusaha memahami arahan guru dan belajar berkomunikasi dengan lebih baik. Kemampuan itu dibangun sedikit demi sedikit melalui aktivitas sehari-hari di sekolah.

Ada pula kesukaan sederhana yang membuat Reval mudah dikenang. Ia senang **naik mobil dan mendengarkan musik**. Bagi orang lain mungkin hal itu sederhana, tetapi bagi keluarga dan guru-gurunya, hal tersebut kini menjadi bagian dari kenangan tentang Reval.

12 SLB di Kolaka Raya Perkuat Kompetensi Identifikasi dan Asesmen ABK

Kini, bangku sekolah yang biasanya ditempati Reval terasa berbeda. Tidak ada lagi sosok pendiam yang dengan sabar mengikuti arahan guru dan berusaha berkomunikasi dengan caranya sendiri.

Kepergian Reval menyisakan duka sekaligus pertanyaan bagi keluarga. Apa yang sebenarnya terjadi sejak ia meninggalkan rumah pada Rabu pagi hingga akhirnya ditemukan di kawasan bakau?

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian Reval. Bagi keluarga, kepastian mengenai apa yang terjadi menjadi hal penting agar mereka dapat memahami perjalanan terakhir anak yang mereka cintai.

Reval mungkin telah pergi dan tak pernah kembali ke rumah. Namun, ia akan tetap dikenang bukan dari tempat terakhir ia ditemukan, melainkan dari kehidupan yang pernah dijalaninya—sebagai seorang anak yang pendiam, sabar, menyukai musik, senang naik mobil, dan terus berusaha belajar berkomunikasi di tengah hambatan intelektual yang dimilikinya.

Penulis : Azzura Fellah Ayskaa

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement