KENDARI, KABARKENDARII.COM — Suasana penuh keceriaan mewarnai halaman SLB Kusuma Bangsa pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Puluhan siswa berkebutuhan khusus tampak antusias mengikuti serangkaian perlombaan tradisional yang digelar sekolah, mulai dari lomba makan kerupuk, memasukkan paku dalam botol, lari kelereng, lari karung, hingga lomba gotong bola beregu.
Acara yang berlangsung sejak pagi hari ini disambut gembira oleh para siswa, guru, dan wali murid yang turut hadir menyaksikan dan memberi dukungan. Tawa dan sorak-sorai riuh terdengar di setiap sesi perlombaan, menandakan semangat kebersamaan yang begitu kental di lingkungan sekolah.

Sukron
Kepala SLB Kusuma Bangsa, Yahmad Yaddi, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas antusiasme para siswa dalam mengikuti rangkaian lomba tersebut.
“Kami sangat bersyukur bisa melihat anak-anak begitu bahagia dan bersemangat hari ini. Kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, dan semangat nasionalisme sejak dini, tanpa memandang keterbatasan yang mereka miliki,” ujar Yahmad.
Senada dengan itu, guru pendamping siswa, Upi Darmayanti, mengungkapkan bahwa momen seperti ini menjadi kesempatan berharga bagi anak-anak didiknya untuk mengekspresikan diri secara bebas dan gembira.
“Melihat senyum dan tawa mereka saat berlomba adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai guru. Setiap anak punya caranya sendiri untuk merayakan kemerdekaan, dan hari ini mereka menunjukkan semangat juang yang luar biasa,” kata Upi.
Guru pendamping lainnya, Sri Samudra, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana melatih kemampuan motorik dan sosial siswa.
“Lomba seperti lari kelereng dan lari karung ini bukan hanya soal menang atau kalah, tapi juga melatih koordinasi, kesabaran, dan kerja sama antarsiswa. Kami sangat mendukung penuh kegiatan positif seperti ini,” ujar Sri.

Sementara itu, dari sisi kepanitiaan, Satriana selaku guru panitia lomba menjelaskan bahwa seluruh jenis perlombaan dirancang agar dapat diikuti dengan aman dan menyenangkan oleh seluruh siswa sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami menyesuaikan setiap lomba dengan kondisi anak-anak agar semua bisa berpartisipasi tanpa terkecuali. Tujuan utamanya adalah kegembiraan bersama, bukan semata kompetisi,” jelas Satriana.
Guru panitia lainnya, Agus, menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari tradisi sekolah.
“Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin kami setiap peringatan kemerdekaan. Kami berharap semangat kebersamaan dan kegembiraan ini terus terjaga, dan menjadi kenangan indah bagi anak-anak,” tutur Agus.
Rangkaian lomba 17 Agustus ini ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang di masing-masing kategori, disertai sesi foto bersama yang menambah kehangatan suasana perayaan kemerdekaan di lingkungan SLB Kusuma Bangsa.
Penulis : Azzura Fellah Ayskaa


Comment