KENDARI – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) Tahun 2026 menggelar pelatihan pengelolaan dan pengemasan sayuran hidroponik di Kelurahan Kambu, Kota Kendari.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pengelolaan dan Pengemasan Sayuran Hidroponik untuk Mendukung Kemandirian Pangan dan Ekonomi Rumah Tangga” tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan dan peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian berbasis hidroponik.

Program PKM Terintegrasi KKN Tematik tersebut diketuai Dr. Rosmawaty, S.P., M.Si., bersama Prof. Ir. Teguh Wijayanto, M.Sc., Ph.D., Dr. Sakir, S.T., M.Sc., La Ode Arfan Dedu, S.Pt., M.Si., Muh. Iqbal Kusumabaka R., S.TP., M.Sc., dan Rahayu Endah Purwanti, S.P., M.Si.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa KKN Tematik UHO sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Dorong Masyarakat Kelola Hasil Panen
Pelatihan diikuti masyarakat Kelurahan Kambu, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang memiliki ketertarikan terhadap budidaya sayuran hidroponik.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola hasil panen agar memiliki kualitas lebih baik, masa simpan lebih panjang, serta nilai jual yang lebih tinggi melalui penerapan teknik pengemasan yang tepat.
Ketua Tim PKM, Dr. Rosmawaty, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa budidaya hidroponik dapat menjadi salah satu solusi untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Menurutnya, hasil panen yang berkualitas perlu diimbangi dengan kemampuan dalam melakukan penanganan pascapanen agar manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat dapat lebih optimal.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pendampingan kepada masyarakat agar tidak hanya mampu membudidayakan sayuran hidroponik, tetapi juga memahami cara mengelola, mengemas, dan memasarkan hasil panen dengan baik,” ujar Dr. Rosmawaty.
Ia berharap sayuran hidroponik tidak hanya menjadi sumber pangan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Kemasan Jadi Penentu Nilai Tambah
Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Sakir, S.T., M.Sc., yang membahas pentingnya penanganan pascapanen sebagai salah satu tahapan dalam menjaga mutu produk sebelum dipasarkan.
Dalam pemaparannya, kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga dapat menjadi identitas yang meningkatkan kepercayaan dan minat konsumen.
“ Kemasan yang higienis, menarik, dan informatif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk hortikultura,” jelas Dr. Sakir.
Menurutnya, produk yang dikemas dengan baik memiliki nilai tambah sehingga lebih mudah diterima pasar dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Peserta Ikuti Praktik Langsung
Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga mengikuti praktik secara langsung mengenai berbagai tahapan penanganan hasil panen.
Materi praktik meliputi sortasi hasil panen, pencucian, penanganan pascapanen, pemilihan jenis kemasan, pelabelan produk hingga simulasi pengemasan sayuran hidroponik.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi praktik dan diskusi. Peserta aktif membahas berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses pengelolaan serta pemasaran hasil panen.
Tim PKM UHO bersama mahasiswa KKN Tematik kemudian memberikan pendampingan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara mandiri.
Pendampingan tersebut diharapkan mendorong masyarakat menghasilkan sayuran hidroponik yang berkualitas, memiliki tampilan lebih menarik dan siap bersaing di pasar lokal maupun modern.
Buka Peluang Ekonomi Rumah Tangga
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Kelurahan Kambu. Pelatihan dinilai memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara langsung.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, pengelolaan dan pengemasan hasil panen secara baik juga dinilai membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pemasaran produk yang memiliki nilai lebih tinggi.
Melalui PKM Terintegrasi KKN Tematik tersebut, UHO menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara dosen, mahasiswa, pemerintah kelurahan dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan pemberdayaan yang berkelanjutan sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dilanjutkan melalui pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat sehingga budidaya hidroponik dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mendukung kemandirian pangan dan ekonomi rumah tangga di Kelurahan Kambu, Kota Kendari.


Comment