Pendidikan Uncategorized
Home » Bus Sekolah Ubah Wajah SLB Kusuma Bangsa Kendari, Pendaftar Baru Meningkat dan Kehadiran Siswa Tembus 80 Persen

Bus Sekolah Ubah Wajah SLB Kusuma Bangsa Kendari, Pendaftar Baru Meningkat dan Kehadiran Siswa Tembus 80 Persen

Guru da Murid SLB Kusuma Bangsa saar berada didalam bus bantuan dari Kantor Staf Presiden. Foto : Istimewa

KENDARI, KABARKENDARII.COM– Sebulan setelah menerima bantuan satu unit bus sekolah dari Kantor Staf Presiden (KSP), Sekolah Luar Biasa (SLB) Kusuma Bangsa Kendari mulai merasakan dampak nyata terhadap layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Tidak hanya mempermudah akses transportasi siswa, kehadiran bus sekolah juga berdampak pada meningkatnya jumlah pendaftar baru serta tingkat kehadiran peserta didik di sekolah. Bantuan tersebut diberikan KSP sebagai respons atas keterbatasan transportasi yang selama ini dihadapi sekolah yang berada di kawasan perbukitan Jalan Jambu, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Kepala SLB Kusuma Bangsa Kendari, Yahmad Yaddi, mengatakan sebelum memiliki bus sekolah, banyak siswa kesulitan datang ke sekolah karena keterbatasan kendaraan dan jarak tempuh yang cukup jauh. Bahkan pihak sekolah kerap menjemput siswa menggunakan sepeda motor secara bergantian. Kondisi tersebut membuat kehadiran siswa belum maksimal dan menjadi salah satu tantangan utama dalam memberikan layanan pendidikan.

“Alhamdulillah, setelah adanya bantuan bus sekolah dari Kantor Staf Presiden, perubahan yang kami rasakan sangat besar. Anak-anak kini bisa datang ke sekolah dengan lebih aman dan nyaman. Orang tua juga merasa jauh lebih terbantu karena tidak lagi harus mencari kendaraan setiap pagi,” ujar Yahmad.

Menurutnya, dampak positif juga terlihat pada minat masyarakat menyekolahkan anak berkebutuhan khusus. Jika pada tahun-tahun sebelumnya penerimaan peserta didik baru hanya berkisar dua hingga tiga orang, kini jumlah pendaftar baru telah mendekati sepuluh siswa. Selain itu, tingkat kehadiran peserta didik juga meningkat hingga sekitar 80 persen, karena hambatan transportasi yang selama ini menjadi kendala utama mulai teratasi.

Berbagi Kebahagiaan di Hari Jumat, Artha Graha Peduli Salurkan Bantuan Pangan di Konawe Selatan

“Bus sekolah bukan sekadar kendaraan operasional. Ini menjadi harapan baru bagi sekolah kami. Orang tua kini lebih yakin menyekolahkan anaknya, sementara siswa menjadi lebih disiplin hadir mengikuti proses belajar mengajar. Kami berharap dukungan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh hak pendidikan yang layak,” katanya.

Dampak bantuan tersebut juga dirasakan langsung oleh para tenaga pendidik. Muh. Amin, guru penyandang tunanetra di SLB Kusuma Bangsa Kendari, menilai keberadaan bus sekolah membawa perubahan besar terhadap aktivitas pembelajaran. Menurutnya, kehadiran siswa yang semakin stabil membuat proses belajar berlangsung lebih efektif dibanding sebelumnya.

“Sebagai guru, kami tentu merasa senang ketika siswa hadir secara rutin. Dulu sering kali materi pembelajaran harus diulang karena banyak anak yang tidak masuk akibat kendala transportasi. Sekarang mereka lebih konsisten datang ke sekolah sehingga perkembangan belajarnya juga semakin baik. Ini menjadi semangat baru bagi kami para guru untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Muh. Amin.

Ia menambahkan, bagi anak berkebutuhan khusus, rutinitas belajar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan akademik, komunikasi, maupun kemandirian. Karena itu, akses transportasi yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan pendidikan inklusif.

Hal senada disampaikan salah seorang orang tua siswa, Asti Aulia, yang telah mempercayakan pendidikan anaknya di SLB Kusuma Bangsa sejak tahun 2018. Menurutnya, sebelum tersedia bus sekolah, keluarga sering mengalami kesulitan mengantar anak ke sekolah karena keterbatasan kendaraan dan biaya transportasi.

Panas! Nur Alam Kritik Keras Gubernur ASR Soal Aset Sultra: Jangan Sebar Informasi Tidak Valid

“Kami sebagai orang tua benar-benar merasakan manfaatnya. Dulu kalau tidak ada kendaraan, anak kadang terpaksa tidak masuk sekolah. Sekarang sudah ada bus yang menjemput sehingga anak lebih semangat berangkat setiap hari. Kami merasa sangat terbantu dan berharap program seperti ini tetap berlanjut agar lebih banyak anak berkebutuhan khusus bisa mendapatkan pendidikan,” tuturnya.

Bantuan bus sekolah yang disalurkan Kantor Staf Presiden tidak hanya menghadirkan solusi atas persoalan transportasi, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Kendari. Peningkatan jumlah peserta didik baru serta naiknya tingkat kehadiran siswa menjadi indikator bahwa dukungan terhadap fasilitas pendidikan mampu memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan sekolah sekaligus memperkuat harapan bagi masa depan pendidikan inklusif di Sulawesi Tenggara.

Penulis : Arkana Sakha

12 SLB di Kolaka Raya Perkuat Kompetensi Identifikasi dan Asesmen ABK

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement